Data Pantauan COVID-19 Kabupaten Bandung Barat

*Update Terakhir : 2020-11-21 00:21:17 (3 hari yang lalu)
*sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat

Keterangan :

Kontak Erat

Suspek

Probable

Terkonfirmasi


Kontak Erat
Total

981 Orang 23


Masih Dikarantina

56 Orang 23


Discarded

925 Orang

Suspek
Total

796 Orang 12


Isolasi / Dalam Perawatan

7 Orang 7


Discarded

789 Orang 0


Meninggal

0 Orang

Probable
Total

35 Orang 1


Isolasi / Dalam Perawatan

0 Orang


Selesai Isolasi / Sembuh

5 Orang


Meninggal

30 Orang 1

Terkonfirmasi
Total

779 Orang 86


Aktif

304 Orang 47

Sembuh

455 Orang 36


Meninggal

20 Orang 3

*Tekan / Klik icon pada setiap kecamatan untuk melihat data desa

+/- No Domisili Status Total
Kontak Erat Suspek Probable Terkonfirmasi
Total 981 796 35 779 2591

Informasi

PELAKSANAAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG BARAT


Download Lampiran Pelaksanaan PSBB KBB

PERGUB JABAR TTG PEDOMAN PSBB WILAYAH BANDUNG RAYA


Download Lampiran Pergub Tentang Pedoman Petunjuk PSBB

SURAT EDARAN TTG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PSSB BIDANG TRANSPORTASI DI WILAYAH BANDUNG RAYA


Download Lampiran Edaran Petunjuk PSBB

Pembatasan Sosial Berskala Besar di Bandung Barat


Download Lampiran PSBB

Dashboard COVID-19 Kabupaten Bandung Barat

37.86 %

Dari total kasus

Konfirmasi Tanpa Gejala

30.72 %

Dari total kasus

Kontak Erat

1.35 %

Dari total kasus

Suspek

30.07 %

Dari total kasus

Terkonfirmasi

Grafik per Kecamatan
Grafik per Usia

Ketahui Resiko dari COVID-19

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus 2019. Meski bergejala mirip dengan flu biasa, COVID-19 sampai saat ini memiliki fatalitas lebih tinggi. Virus ini juga menyebar dengan sangat cepat karena bisa pindah dari orang ke orang bahkan sebelum orang tersebut menunjukkan gejala. Penting bagi Anda untuk menilai kondisi secara mandiri. Anda bergejala?


Periksa Diri Saya

INFO SEBARAN KASUS COVID-19 VIA PETA

*titik lokasi merupakan titik acak wilayah yang tertera pada identitas kasus dan tidak menunjuk pada alamat persis masing-masing kasus.

Keterangan Titik :

: Kontak Erat
: Suspek
: Probable
: Terkonfirmasi

Infografis

Daftar Rumah Sakit Rujukan COVID-19

1. RSU Dr. Hasan Sadikin - +62 22 2034 953 +62 22 2034 954 +62 22 2034 955 +62 22 2551 111
2. RSTP Dr. H. A. Rotinsulu - +62 22 203444
3. Rumah Sakit Tk. II Dustira - +62 22 2034446
4. RSUD Cibabat Kota Cimahi - (022) 6652025
5. Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan - 022-5940872 Fax. 022-5941709
6. RS Lanud dr. M. Salamun - +62 22 2031624
7. RS Umum Bhayangkara Tk.II Sartika Asih - (022) 5229544, 0811-2232-056

Pertanyaan Yang Paling Sering Di tanyakan

FAQ

Apa itu Novel Coronavirus (2019-nCoV)?

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Pada 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan nama penyakit yang disebabkan 2019-nCov, yaitu Coronavirus Disease (COVID-19).

Siapa yang termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP)?

Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 adalah jika kamu mengalami gejala demam (>38 C) atau ada riwayat demam ATAU ISPA tanpa pneumonia DAN memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Siapa yang termasuk Pasien Dalam Pengawasan?

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 adalah orang mengalami gejala demam (>38 C) atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk COVID-19?

Saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk coronavirus. Pengobatan untuk penyakit ini hanya berdasarkan gejala saja berupa perawatan suportif

Bagaimana mengantisipasi penularan COVID-19?

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan COVID-19 tetapi Anda dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular. Diantaranya dengan :

  1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat
  2. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan alkohol 70-80% handrub sesuai langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Mencuci tangan sampai bersih merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Dan, sebagian besar penyebaran penyakit akibat virus dan bakteri bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  3. Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lipatan siku tangan bagian dalam (bukan dengan telapak tangan) dan gunakan masker.
  4. Gunakan masker penutup mulut dan hidung (tipe masker bedah) ketika Anda sakit, dan masker harus diganti secara berkala. Masker cuci pakai, tidak diperkenankan
  5. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dan cucilah tangan Anda.
  6. Hindari konsumsi protein berbahan dasar hewani yang tidak diolah (mentah)/diolah setengah matang
  7. Jika Anda berencana berkunjung ke daerah/negara dengan risiko tinggi COVID-19, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga daya tahan tubuh Anda agar terhindar dari infeksi Coronavirus Jika Anda mengalami gejala mirip dengan gejala COVID-19 sepulang dari daerah atau negara dengan risiko tinggi COVID-19, Anda tidak perlu panik. Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat dan beritahukan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanan Anda. Atau menghubungi Posko COVID-19 di nomor 112 atau WA 0813 8837 6955.

Apakah di Indonesia sudah ditemukan kasus yang terinfeksi?

Anda dapat melihat informasi mengenai ODP dan PDP sekaligus orang positif COVID-19 pada portal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di https://infeksiemerging.kemkes.go.id/

Berapa banyak orang yang telah terinfeksi oleh COVID-19 dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya?

WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports

Apakah COVID-19 seperti SARS?

Virus penyebab COVID-19 dan SARS berasal dari keluarga besar virus yang sama, namun dengan jenis yang berbeda. SARS adalah coronavirus yang diidentifikasi pada tahun 2003. Gejala SARS mirip dengan COVID-19, namun dengan kondisi/gejala yang lebih berat.

Bisakah manusia terinfeksi COVID-19 dari hewan?

Sampai saat ini, penyebab penularan masih belum diketahui secara pasti.

Apakah gejala yang saya alami termasuk gejala COVID-19?

Apakah Anda mengalami Gejala COVID-19 sebagai berikut:

  • Demam suhu tinggi
  • Batuk
  • Pilek
  • Nyeri tenggorokan/menelan
  • Sesak napas

Jika ada gejala di atas DAN ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit COVID-19 atau Anda terpapar dengan pasien Positif COVID-19, hubungi nomor darurat tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di 112 atau Posko Dinas Kesehatan di nomor 0813 8837 6955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati COVID-19?

Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus. Oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit untuk COVID-19, Anda mungkin menerima antibiotik, karena infeksi sekunder bakteri mungkin terjadi.

Siapa saja yang berisiko terinfeksi COVID-19?

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus 2019-nCoV bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Saat ini, Tiongkok merupakan negara terjangkit COVID-19 dengan sebagian besar kasus telah dilaporkan. Mereka yang terinfeksi di negara lain adalah orang-orang yang belum lama ini bepergian dari Tiongkok atau yang telah tinggal atau bekerja secara dekat dengan para wisatawan, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Manakah yang lebih rentan terinfeksi COVID-19, apakah orang yang lebih tua, atau orang yang lebih muda?

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi COVID-19. Namun orang yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.

Bagaimana membedakan antara COVID-19 dengan influenza biasa?

Orang yang terinfeksi 2019-nCoV dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda. Namun kesamaan gejala tersebut membuat kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut, sehingga pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah seseorang terinfeksi 2019-nCoV.

Untuk itulah WHO merekomendasikan setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas harus mencari pengobatan sejak dini, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Berapa lama waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala COVID-19?

Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 2-11 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus. Berdasarkan data dari penyakit akibat coronavirus sebelumnya, seperti MERS dan SARS, masa inkubasi COVID-19 juga bisa mencapai 14 hari.

Bisakah COVID-19 terdeteksi dari orang yang tidak menunjukkan gejala?

Sangat penting untuk memahami kapan orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus ke orang lain untuk upaya pengendalian. Informasi medis terperinci dari orang yang terinfeksi diperlukan untuk menentukan periode infeksi COVID-19. Menurut laporan terbaru, ada kemungkinan orang yang terinfeksi COVID-19 dapat menular sebelum menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, berdasarkan data yang tersedia saat ini, sebagian besar yang menyebabkan penyebaran adalah orang-orang yang memiliki gejala.

Amankah jika kita menerima paket barang dari Tiongkok atau negara lain yang melaporkan virus ini?

Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular COVID-19. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada objek, seperti surat atau paket.

Apakah sudah ada pembatasan untuk bepergian ke Tiongkok?

WHO sudah menetapkan COVID-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern(PHEIC) atau Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia pada tanggal 30 Januari 2020. Walaupun sampai saat ini WHO belum memberlakukan pembatasan perjalanan ke Tiongkok, namun beberapa negara sudah memberlakukan penghentian sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok.

Sesuai arahan Presiden RI terkait perjalanan ke mainland Tiongkok, yaitu:

  • Seluruh penerbangan langsung dari dan ke mainland Tiongkok untuk sementara dihentikan mulai hari Rabu tanggal 5 Februari 2020 pukul 00.00.
  • Semua pendatang yang tiba dari mainland Tiongkok dan sudah berada di sana sebelumnya selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.
  • Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara Tiongkok yang bertempat tinggal di mainland Tiongkok untuk sementara dihentikan.
  • Warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland Tiongkok.

Di mana saya bisa mendapatkan informasi situasi perkembangan dan bertanya mengenai COVID-19?

  • Hotline Emergency Jawa Barat: 119
  • Hotline COVID-19 Dinas Kesehatan Jawa Barat 0811 2093 306
  • Hotline COVID-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat 089522434611
  • Hotline Emergency Operation Center (EOC) Kemkes RI: (021) 5210411 dan 081212123119

Website: who.intinfeksiemerging.kemkes.go.idsehatnegeriku.kemkes.go.id